
POPPTREE, LINGKUNGAN – Mata Aep (50) begitu berbinar saat tiba di Bumi Inspirasi, bank sampah di kawasan Cisitu Lama, Dago, Bandung, Jawa Barat. Langit tampak kusam. Tersibak cahaya matahari yang sedikit malu menunjukkan diri. Siang itu, Minggu, 12 Januari 2026, hujan cukup lebat. Namun, tak menyurutkan semangat Aep untuk menyetorkan sampah yang sudah beberapa pekan dikumpulkan.
Perjalanan Aep menuju Bumi Inspirasi cukup panjang. Apalagi, rumahnya yang berada di kawasan Awiligar tidak cukup ditempuh dengan waktu belasan menit menggunakan kendaraan pribadi. Jaraknya lebih dari 5 km. Untuk sampai di bank sampah tersebut, setidaknya ia mesti menempuh sekira 25 menit.
Dari rumahnya, Aep membawa sejumlah sampah untuk ditabung. Selain kardus dan besi, ia juga membawa dua liter lebih jelantah. Siang itu, pria 50 tahun itu ikut antre dengan sejumlah nasabah yang sudah menunggu giliran dipanggil petugas Bumi Inspirasi.
Sudah lebih dari setahun ia menjadi nasabah Bumi Inspirasi, bank sampah yang didirikan Isti Khairani (44). Sejak awal ia belum pernah sepeser pun mengambil tabungannya.
Aep mengaku sangat terbantu dengan kehadiran bank sampah tersebut. Bisa mengurangi volume sampah di rumahnya. “Mengurangi sampah-sampah plastik. Tidak dibuang sembarangan, tetapi disalurkan ke bank sampah supaya bermanfaat,” ujarnya. “Pasti didaur ulang lagi, kan.”
Apalagi, Bandung dihantui bencana sampah. Pada awal Januari 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan adanya risiko serius, menyusul pengurangan kuota tonase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. Dilaporkan, pengurangan itu berpotensi menyisakan sekira 200 ton sampah per hari dan mesti ditangani di dalam kota.
Farhan yang bilang enggan menutup-nutupi itu menjelaskan, risiko tersebut ada dan mesti dihadapi bersama. Selain akan merekrut petugas pemilah sampah hingga penyapu jalan, Pemerintah Kota Bandung juga dilaporkan berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF), mengoptimalkan teknologi biodigester dan insinerator dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Ia berharap, tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan tidak terulang. “Kuncinya satu, partisipasi masyarakat,” kata Farhan, 5 Januari 2026.
Aep yang tahu betul sulitnya sampah plastik terurai berharap upaya kecil yang dilakukannya itu bisa membantu keberlangsungan lingkungan. “Kalau keuntungan ekonomi, kami tidak menargetkannya. Seadanya saja. Tabungan,” kata dia.
Aep pun berharap agar program tersebut bisa terus berlanjut. Selain itu, banyak masyarakat yang ikut memilah sampah dari rumah dan memanfaatkan kehadiran bank sampah.
Edukasi Memilah Sampah
Bumi Inspirasi merupakan bank sampah yang didirikan Isti Khairani. Sudah sejak 2012, bank sampah tersebut tegak berdiri. Hingga kini lebih dari satu dekade.
Pengurus Bumi Inspirasi Andrian mengungkapkan, saat ini sudah 367 nasabah yang menabung sampahnya. Setiap pekan, para nasabah berjejer rapi di pelataran kantor Bumi Inspirasi. Menunggu giliran untuk menimbang sampah yang dibawa.
Kendati tampak berjalan lancar, Andrian mengungkapkan, kerja sosialnya itu tak semudah yang dikira. Apalagi ketika mengedukasi.
“Masih ada yang belum tahu sampah yang bisa disetor. Selain itu, ada juga nasabah yang datang melebihi jam operasional bank sampah,” ujarnya sembari menginput data.
Andrian yang sudah bergabung dengan Bumi Inspirasi sejak 2014 itu kerasan dengan aktivitas yang dilakoninya sejak duduk di bangku sekolah menengah atas itu. Sama seperti Aep, peduli keberlangsungan lingkungan menjadi salah satu alasan bertahan kendati saat ini sudah bekerja.
Di Bumi Inspirasi, sampah-sampah yang sudah dipilah bakal disetorkan ke unit bank sampah yang lebih besar. Isti Khairani mengungkapkan, bukan keuntungan yang ingin dicari Bumi Inspirasi, tetapi berupaya mengedukasi masyarakat agar disiplin memilah sampah.
Kerja keras bikin Bumi Inspirasi tetap tegak berdiri. Pada 2015, Isti dan timnya mengantarkan Bumi Inspirasi meraih penghargaan Bank Sampah Terbaik se-Bandung Raya. Pada tahun yang sama, menjadi nominator Anugerah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWSB). Selain itu, tiga tahun berselang, mendapatkan Apresiasi Penghargaan dari wali kota Bandung.
Selain berfokus pada keberlangsungan bank sampah, Bumi Inspirasi juga berfokus mengedukasi. Isti dan tim kerap mengajar di beberapa sekolah. Bahkan, Isti pernah berbagi ilmu hingga ke London, Inggris. Isti juga pernah menjadi salah satu narasumber dalam Training of Trainer Relawan Asing AIESEC dari China, India, Thailand, Vietnam, dan Meksiko.
Berdasarkan data Simba Kementerian Lingkungan Hidup, di Jawa Barat ada 365 bank sampah aktif dari 3.162 bank sampah yang sudah terdaftar. Sebanyak 88 di antaranya berada di Kota Bandung.***
